Pages

Sabtu, 30 Januari 2010

Khonghucu

Agama Khonghucu adalah istilah yang muncul sebagai akibat dari keadaan politik di Indonesia. Agama Khonghucu lazim dikaburkan makna dan hakikatnya dengan Konfusianisme sebagai filsafat. Konfusianisme muncul dalam bentuk agama di beberapa negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Hong Kong dan RRC. Dalam bahasa Tionghoa, agama Khonghucu seringkali disebut sebagai Kongjiao (孔教) atau Rujiao (儒教). Di zaman Orde Baru, pemerintahan Soeharto melarang segala bentuk aktivitas berbau kebudayaaan dan tradisi Tionghoa di Indonesia. Ini menyebabkan banyak pemeluk kepercayaan tradisional Tionghoa menjadi tidak berstatus sebagai pemeluk salah satu dari 5 agama yang diakui. Untuk menghindari permasalahan politis (dituduh sebagai atheis dan komunis), pemeluk kepercayaan tadi kemudian diharuskan untuk memeluk salah satu agama yang diakui, mayoritas menjadi pemeluk agama Kristen atau Buddha. Klenteng yang merupakan tempat ibadah kepercayaan tradisional Tionghoa juga terpaksa merubah nama dan menaungkan diri menjadi vihara yang merupakan tempat ibadah agama Buddha. [sunting] Agama Khonghucu di zaman Orde Reformasi Seusai Orde Baru, pemeluk kepercayaan tradisional Tionghoa mulai mencari kembali pengakuan atas identitas mereka. Untuk memenuhi syarat sebagai agama yang diakui menurut hukum Indonesia, maka beberapa lokalisasi dilancarkan menimbulkan perbedaan pengertian agama Khonghucu di Indonesia dengan Konfusianisme di luar negeri. Mengangkat Konfusius sebagai salah satu nabi (先知) Menetapkan Litang (Gerbang Kebajikan) sebagai tempat ibadah resmi, namun dikarenakan tidak banyak akses ke litang, masyarakat umumnya menganggap klenteng sebagai tempat ibadah umat Khonghucu. Menetapkan Sishu Wujing (四書五經) sebagai kitab suci resmi Menetapkan tahun baru Imlek, sebagai hari raya keagamaan resmi Hari-hari raya keagamaan lainnya; Imlek, Hari lahir Khonghucu (28-8 Imlek), Hari Wafat Khonghucu (18-2-Imlek), Hari Genta Rohani (Tangce) 22 Desember, Chingming (5 April), Qing Di Gong (8/9-1 Imlek) dsb. Rohaniawan; Jiao Sheng (Penebar Agama), Wenshi (Guru Agama), Xueshi (Pendeta), Zhang Lao (Tokoh/Sesepuh). Kalender Imlek terbukti di buat oleh Nabi Khongcu (Konfusius). Nabi Khongcu mengambil sumbernya dari penangalan dinasti Xia (2200 SM) yang sudah di tata kembali oleh Nabi Khongcu. Tahun Zaman Nabi Khongcu Tahun Baru jatuh 22 Desember. 4 February pergantian musim dingin ke musim semi. Jadi imlek bukan perayaan musim semi. Perkiraan tanggal 1 imlek, rentang waktunya 15 hari kedepan dan 15 hari kebelakang dari 4 Pebruary tersebut.Tiap 4 atau 5 tahun sekali ada bulan ke 13, untuk menggenapi agar perhitungan tersebut tidak berubah. Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao (儒教) yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur. Khonghucu memang bukanlah pencipta agama ini melainkan beliau hanya menyempurnakan agama yang sudah ada jauh sebelum kelahirannya seperti apa yang beliau sabdakan: "Aku bukanlah pencipta melainkan Aku suka akan ajaran-ajaran kuno tersebut". Meskipun orang kadang mengira bahwa Khonghucu adalah merupakan suatu pengajaran filsafat untuk meningkatkan moral dan menjaga etika manusia. Sebenarnya kalau orang mau memahami secara benar dan utuh tentang Ru Jiao atau Agama Khonghucu, maka orang akan tahu bahwa dalam agama Khonghucu (Ru Jiao) juga terdapat Ritual yang harus dilakukan oleh para penganutnya. Agama Khonghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di". Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini. Ia meninggal dunia pada tahun 479 SM. Konfusianisme mementingkan akhlak yang mulia dengan menjaga hubungan antara manusia di langit dengan manusia di bumi dengan baik. Penganutnya diajar supaya tetap mengingat nenek moyang seolah-olah roh mereka hadir di dunia ini. Ajaran ini merupakan susunan falsafah dan etika yang mengajar bagaimana manusia bertingkah laku. Konfusius tidak menghalangi orang Tionghoa menyembah keramat dan penunggu tapi hanya yang patut disembah, bukan menyembah barang-barang keramat atau penunggu yang tidak patut disermbah, yang dipentingkan dalam ajarannya adalah bahwa setiap manusia perlu berusaha memperbaiki moral. Ajaran ini dikembangkan oleh muridnya Mensius ke seluruh Tiongkok dengan beberapa perubahan. Kong Hu Cu disembah sebagai seorang dewa dan falsafahnya menjadi agama baru, meskipun dia sebenarnya adalah manusia biasa. Pengagungan yang luar biasa akan Kong Hu Cu telah mengubah falsafahnya menjadi sebuah agama dengan diadakannya perayaan-perayaan tertentu untuk mengenang Kong Hu Cu. Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) dalam agama Khonghucu: 1. Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian) 2. Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De) 3. Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming) 4. Sepenuh Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen) 5. Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi) 6. Sepenuh Iman mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi (Cheng Shun Mu Duo) 7. Sepenuh Iman memuliakan Kitab Si Shu dan Wu Jing (Cheng Qin Jing Shu) 8. Sepenuh Iman menempuh Jalan Suci (Cheng Xing Da Dao) Lima Sifat Kekekalan (Wu Chang): 1. Ren – Cintakasih 2. Yi - Kebenaran/Keadilan/Kewajiban 3. Li - Kesusilaan, Kepantasan 4. Zhi – Bijaksana 5. Xin - Dapat dipercaya Lima Hubungan Sosial (Wu Lun): 1. Hubungan antara Pimpinan dan Bawahan 2. Hubungan antara Suami dan Isteri 3. Hubungan antara Orang tua dan anak 4. Hubungan antara Kakak dan Adik 5. Hubungan antara Kawan dan Sahabat Delapan Kebajikan (Ba De): 1. Xiao - Laku Bakti 2. Ti - Rendah Hati 3. Zhong - Satya 4. Xin - Dapat Dipercaya 5. Li – Susila 6. Yi – Bijaksana 7. Lian - Suci Hati 8. Chi - Tahu Malu Zhong Shu = Satya dan Tepa selira/Tahu Menimbang: "Apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan dilakukan terhadap orang lain" (Lunyu) Kitab sucinya ada 2 kelompok, yakni: Wu Jing(五 經) (Kitab Suci yang Lima) yang terdiri atas: Kitab Sanjak Suci 詩經 Shi Jing Kitab Dokumen Sejarah 書經 Shu Jing Kitab Wahyu Perubahan 易經 Yi Jing Kitab Suci Kesusilaan 禮經 Li Jing Kitab Chun-qiu 春秋經 Chunqiu Jing Si Shu (Kitab Yang Empat) yang terdiri atas: Kitab Ajaran Besar - 大學 Da Xue Kitab Tengah Sempurna - 中庸 Zhong Yong Kitab Sabda Suci - 論語 Lun Yu Kitab Mengzi - 孟子 Meng Zi Selain itu masih ada satu kitab lagi: Xiao Jing (Kitab Bhakti). [sunting] Definisi agama menurut agama Khonghucu Berdasarkan kitab Zhong Yong agama adalah bimbingan hidup karunia Tian/Tuhan Yang Maha Esa (Tian Shi) agar manusia mampu membina diri hidup didalam Dao atau Jalan Suci, yakni "hidup menegakkan Firman Tian yang mewujud sebagai Watak Sejati, hakikat kemanusiaan". Hidup beragama berarti hidup beriman kepada Tian dan lurus satya menegakkan firmanNya. Para nabi (儒教聖人) Ru Jiao di antaranya: 1. Nabi Purba (扶羲) Fu Xi * 2952 – 2836 SM 2. Fu Xi beristrikan Nabi Nu Wa (Lie Kwa, Hokian) yang menciptakan Hukum Perkawinan 3. Nabi Purba (神農) Shen Nong 2838 – 2698 SM 4. Nabi Purba (黃帝) Huang Di 2698 – 2596 SM Istrinya, Nabi Lei Zu adalah penemu sutra yang ditenunnya dari kepompong ulat sutra dan bersama Huang Di menciptakan alat tenun, pakaian Hian Ik (pakaian harian) dan Hong Siang (pakaian upacara). 1. Nabi Purba (堯) Yao 2357 – 2255 SM 2. Nabi Purba (舜) Shun 2255 – 2205 SM 3. Nabi Purba (大 禹) Da Yu * 2205 – 2197 SM 4. Nabi Purba (商 湯) Shang Tang* 1766 – 1122 SM 5. Nabi Wen, Wu 文, 武 (周公) Zhou-gong* 1122 – 255 SM 6. Nabi Besar (孔 子) Kong Zi* 551 – 479 SM

0 comments: